Senin, 09 Januari 2017

Apa yang akan kamu goreskan disana? Kesedihan? Kebahagiaan? Ungkapan terimakasih?

Assalamualaikum Wr Wb.
Bismillahirrahmanirrahim dengan menyebut nama Allah Yang Maha Besar atas segala nikmat seni yang sampai detik ini masih diberikan, semoga kita semua senantiasa dalam jalan yang indah menuju kebaikan. Aamiin.


Ini hanya catatan kecil untukmu dan untukku. Kutuliskan sepucuk surat untuk kau baca. Sepucuk surat untuk kuingat. Kusimpulkan garis senyumku saat ini. Maaf, aku tak bisa merangkai kata seindah penyair-penyair lain. Hanya ini, hanya seuntai kalimat-kalimat ini.
Tahukah kau tentang diriku yang selalu mendambakanmu? Menginginkan sosokmu sedari dulu.
Betapa bahagianya Aku jika harus bersanding denganmu. Yang kutahu, yang kumau hanya dirimu. Apa Aku terlalu egois? Apa Aku terlalu berlebihan? Entahlah, Tapi kau memang sosok yang diidamkan.
Aku ingin  menjadi istrimu kelak. Betapa bahagiany Aku jik ku mendapatkan lelaki shalihah sepertimu. Dibalik keinginanku, kuharapp atas Ridho-NYA. Menggapai Jannah-NYA. Dengan menitipkanmu padaku, lalu kau membimbingku selalu mempermudah segalanya. Sungguh aku percaya langkahku padamu, karena ku tahu kau lelaki baik yang taa pada ALLOH dan Rasul-Nya. Kau yang tak mengemis cinta pada wanita, sederhana dan merendah.
biarkan Aku menata hatiku dengan baik. Aku yang sedikit mengenalmu. Namun dari sedikit itu, Aku ingin mengetahuimu lebih banyak lagi.
Aku seorang wanita, yang hanya bisa berdo,a dan menunggu. Malu rasanya jikalau Aku yang harus memulai. Aku selalu menunggu saaat kau ingin  mengenalku dengan Ta,aruf, hingga datang kerumahku mengadap Ayahku. Entah kapan, namun kuharap saat-saat itu akan datang. Akan tiba saatnya, suatu hari nanti.
Mungkin Aku bukan  wanita idamanmu. Aku bukan seorang Hafiiidzah. Aku bukanlah wanita shalihah yang terlahir dari keluarga biru. Aku bukanlah wanita idaman yang selam ini kau impikan.
Maafkan Aku, karenna  Aku tak sesempurna itu. Tapi Aku ingin menjadi pendamping hidupmu di Dunia dan Akhirat. Aku ingin mengabdi padamu. Aku ingin kau menjadi Ayah dari anak-anakku kelak. Aku ingin menyempunakan akhlakku bersamamu.
Tak peduli kau tahu, hingga saat itu kukatakan bahwa Aku telah  mengagumimu sejjak dulu. Aku siap mengikuti langkahmu, menjaga setiap rasa, membasuh setiap luka, menyeka setiap air mata, menggenggam cinta diatas Ridho-NYA
Kuharap semuanya akan indah seperti yang kuharapkan. Kaulah ini semu, kuyakin ALLOH telah menggantikan sosokmu yang lebih baik untukku

Salam rindu dariku yang selalu berharap,
Nama dibalik jendela

Tidak ada komentar:

Posting Komentar